Membuat Slime Dengan Aman Meski Memakai Bahan Kimia

Dengan lewat mainan, maka anak-anak akan belajar banyak hal, meski bisa berbahaya jika kurang waspada. Contohnya ketika praktek membuat slime, dimana mainan yang berstruktur kenyar dan seperti berlendir itu. Sekarang sudah populer kembali di beberapa tahun lalu.

Mungkin bagi anda yang sudah merasakan di era 90-an lebih mengenal mainan ini. Yang bedanya, ketika dulu mainan slime itu hanya dijual produsen mainan besar saja, yang tidak dijadikan sebuah karya bagi anak-anak. Jaman ini, anak-anak senang bermain dengan slime di berbagai dunia, termasuk Indonesia.

Dalam membuat slime, maka anak dapat belajar mengenai ilmu pengetahuan. Tetapi, jika tidak berada di samping orang tua, bisa mendapatkan bahaya seperti yang dialami Kathleen Quinn yang berusia 11 tahun asal Amerika Serikat.

mainan slime
warna warni slime

Dampak Anak Bermain Dengan Slime

Kathleen yang dikabarkan oleh sebuah media, mengaku bahwa dirinya baru saja menyelesaikan pembuatan slime. Ketika itu, tangannya merasa seperti di gigit semut. Dimana anak tersebut langsung menangis karena tangannya terasa sakit.

Ibunya yang bernama Siobhan Quinn, melihat tangan putrinya yang memerah seperti terbakar dan kulitnya pun menjadi terkelupas sampai membuatnya luka. Tidak pakai lama, sang ibu langsung membawa Kathleen ke UGD di salah satu rumah sakit terdekat.

Jadi apa penyebabnya? Dokter yang menangani Kathleen pun menduga bahwa ada reaksi ekstrem kepada boraks, yang merupakan salah satu bahan yang dipakai di dalam pembuatan slime.

Memang benar, dalam pembuatan mainan slime dibuat dengan menggunakan campuran air, lem air, perwarna makanan dan juga boraks. Yang biasanya boraks digunakan dalam proses pembuatan slime bukannya asam boric, yang cenderung lebih aman.

Pada umumnya boraks yang digunakan anak-anak kebanyakan sama dengan memakai boraks yang terdapat untuk mencuci pakaian dan pelembap tubuh. Kepala Regional Burn Center di Staten Island University Hospital, Dr. Michael Cooper, telah mengatakan ada tiga faktor yang dapat memberikan tingkatan luka bakar.

Cooper yang bukan dokter dalam menangani Kathleen, telah diminta pendapatnya dengan terpisah. Hal pertama, waktu seseorang yang melakukan kontak langsung dengan bahan kimia atau sumber panas. Maka dari itu, semakin lama berkontak langsung akan mengakibatkan luka bakar yang parah.

Kedua, reaksi yang diberikan bahan kimia itu sendiri. Dan yang ketiga, ketebalan kulit dari seseorang dan biasanya anak-anak memiliki kulit yang begitu tipis ketimbang orang yang sudah dewasa. Dengan itu menjadi sebuah pertanyaan, mengapa boraks ini membuat tangan Kathleen terbakar ?

Ketika ingin membuat sebuah slime, patut yang harus anda ketahui sebaiknya larutkan boraks dengan air sebelum memulai pembuatan tersebut. Bisa jadi, sebelumnya Kathleen yang tidak melarutkan boraks atau juga bisa anak tersebut memiliki alergi spesifik untuk menggunakan bahan ini.

karya slime
karya dari slime

Belajar Kimia Untuk Mengenal Boraks

Jika kalian ingin belajar kimia, agar mengetahui dampak yang terkandung didalam boraks. Anda bisa kursus kimia di daerah BSD, tepatnya di kota Tangerang Selatan. Dimana kalian akan mengetahui sifat dan kegunaan boraks, yang aman merupakan garam Natrium tetraborat yang berbentuk serbuk kristal putih.

Yang mana memiliki karakteristik tidak memberikan bau, yang bisa larut didalam air dan tidak akan larut dalam alkohol yang memiliki PH: 9,5. Meski pada jaman dahulu boraks sudah lama dikenal oleh banyak orang, yang memang tidak digunakan untuk di dalam makanan.

Jika kalian belum tahu, bahwa di Cina banyak digunakan sebagai pembuatan peralatan dari porselin yang mampu memperbaiki struktur atupun penampilannya. Dan di Mesir, biasanya digunakan untuk bahan pengawet mayat.