Belajar Fisika Modern

Pada tahun 1990an,awal abad ke 20, dimana dunia fisika bisa dikatakan jenuh. Menurut para imlumuwan kala itu merasakan jika tugas ilmu fisika yang akan selesai telah menjelaskan banyak hal yang terdapat di fisika. Namun, ketika itu masih ada beberapa yang belum mendapatkan jawaban.

Yang mana ketika itu, sulit untuk menemukan jawaban dalam peristiwa terlemparnya elektron dari suatu logam yang diberikan sinar pencahayaan tertentu. Dalam materi tersebut dinamakan efek fotolistrik. Ketika itu, Sebuah cahaya dalam pandangan secara ilmuwan merupakan suatu gelombang, dimana gagasan tersebut dapat memberikan penjelasan banyak hal yang terdapat di masalah tersebut.

Banyaknya Kelemahana Pada Fotolistrik

Jika hal itu diterapkan dalam penjelasan apa yang terjadi pada peristiwa fotolistrik memiliki banyak kelemahan didalamya. Yang disebabkan dalam cahaya yang berupa gelombang itu akan menjadi hal yang aneh ketika elektron dikeluarkan yang merupakan partikel. Hal tersebut, menurut ilmuwan fisikawan bahwa pada hakikatnya gelombang dan partikel yang dikeluarkan tidak sama.

Teori Dari Foton Max Planck

Max Planck yang merupakan seorang ilmuwan fisikawan dari Jerman, telah berpikir dalam bentuk lain dari sebuah cahaya. Yang mana menurut ilmuwan tersebut mengatakan bahwa cahaya yang bisa dilihat dapat dikatakan memiliki aliran partikel-partikel yang disebut juga foton.

Dimana di tiap partikel yang dimiliki oleh cahaya atau juga foton tersebut dapat memberikan sebuah energi yang dinakan kuanta. Besarnya yang ada dalam paket energi atau kuanta itu merupakan h.f, yang mana h merupakan konstanta Planck (h = 6,63 x 10 minus kuadrat Joule sekon) dan f sendiri merupakan sebuah frekuensi yang terpancar dari cahaya, yang mana f = c/λ, sedangkan c adalah kecepatan yang dipancarkan oleh cahaya = 3 x 108 m/s.

Dalam fisika modern seperti ini, energi dapat dihitung akan lebih banyak digunakan dengan satuan eV atau yang disebut elektron vol. Dimana panajng gelombang cahaya yang dihasilkan biasanya lebih banyak digunakan dalam satuan A atau yang dikenal dengan Angstrom. Agar bisa praktis dalam pemberian nilai dari h.c bisa dihitung yang nantinya akan menghasilkan satuan eV dalam energi dan Angstrom untuk bisa mengetahui panjang gelombang dari cahaya tersebut. Dengan itu persamaan yang ada di atas bisa digunakan.

Teori Max Planck
Teori Angstrom

Teori Atom Hidrogen

Perkembangan besar dalam model atom yang disumbangkan dari salah satu teori kuantum yang dibuat oleh Niels Bohr, merupakan suatu terobosan ketika itu. Dimana ilmuwan tersebut sukses memberikan penjelasan dalam proses terjadinya pelepasan dari cahaya ketika elektron dapat pindah dari orbit satu ke orbit lainnya.

Teori Neils Bohr
Teori Atom

Dia pun menyederhanakan, yang menyatakan jika elektron yang dapat bergerak di suatu orbit maka memiliki energi tertentu seperti : Pada saat elektron dapat berpindah maka energi yang terendah yang ada pada orbit tersebut ke suatu cahaya yang lebih tinggi atau keluar, maka elektron dapat diberikan energi yang berupa cahaya.

Mempelajari Teori Ilmuwan Fisika di BSD

Untuk bisa belajar fisika dan menjadi seorang ilmuwan tentunya kita harus tahu dasar dalam pembuatan rumus. agar bisa menghasilkan sebuah rumus harus meriset terlebih dahulu apa yang akan kita bahas untuk mengetahui masalah dalam fisika tersebut.

Dengan itu kita bisa menentukan rumus yang akan dipakai untuk memecahkan suatu masalah. Jika anda ingin mengetahui banyak mengenai fisika, anda bisa datang ke BSD dan akan diberikan pendidikan mengenai fisika yang membuat anda tahu bagaimana cara kerja dalam sebuah permasalahan yang akan dipecahkan